Keistimewaan Kucing

 Keistimewaan Kucing Dari

Segi Pandangan Islam dan Sains


Oleh:

Bastian Arbi Saga

TMT 6B/12204193242



Kucing merupakan binatang cerdas, imut serta menyenangkan. Kucing ialah salah satu binatang yang bisa menjadi teman saat sedang sepi. Kucing merupakan hewan yang memiliki kelebihan. Bulunya lembut, bentuk tubuhnya menggemaskan, dan memiliki sifat manja. 

Selain menyenangkan, kucing merupakan hewan yang sangat menyukai kebersihan. Selain itu kucing juga memiliki fakta-fakta menarik yang perlu diketahui oleh manusia. Buku 'Cerita-Cerita Sains Terbaik dari Alquran' karya Af Idah Salmah menjelaskan beberapa fakta mengenai kucing. Pada kulit kucing terdapat otot yang berfungsi untuk menolak telur bakteri. Otot kucing juga dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia. Selain itu, permukaan lidah kucing tertutupi oleh berbagai benjolak kecil yang runcing. Benjolan ini berbentuk bengkok mengerucut seperti kikir atau gergaji. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit. Selain itu ia bekerja seperti pembunuh, jadi kenapa kucing takut air? Kucing selalu menghindari air karena mereka tahu bahwa air merupakan media atau tempat yang subur untuk tumbuh kembang bakteri dan kuman.

Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Lidah kucing juga merupakan alat pembersih yang paling canggih, permukaannya yang kasar bisa membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di badannya.

Telah dilakukan berbagai penelitian terhadap kucing dari berbagai perbedaan usia, posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian tersebut dilakukan pengambilan sampel dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Lalu, diambil juga cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut serta lidah kucing. Hasil yang didapat yakni bagian kulit luar ternyata negatif kuman meskipun dilakukan penelitian berulang-ulang. Tidak hanya itu, cairan yang diambil dari permukaan lidah juga menunjukan hasil negatif kuman.

Ketika ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu masuk ke dalam kelompok kuman biasa yang berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah terbatas. Kuman itu antara lain enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Berbagai sumber yang dapat dipercaya dari hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Air liurnya bersih dan membersihkan. Oleh karena itu, kucing aman bila dipelihara oleh manusia. 

Salah satu hadis Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam menyebutkan bahwa kucing tidak najis. "Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita,” HR At Tirmidzi, Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad, Malik (Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil no. 173 mengatakan bahwa hadis ini sahih).

Kesimpulan
Dilihat dari perspektif hadis, kucing itu tidak najis, kucing hanyalah binatang yang ada di sekelilingmu, Bahkan Rosulullah saw berwudhu menggunakan air yang telah dijilat oleh kucing dalam hadisnya. Sedangkan dari segi sains atau ilmu pengetahuan, kucing tidak memiliki kuman dan mikroba, air liurnya bersih dan membersihkan. Oleh karena itu, kucing aman bila dipelihara oleh manusia. 



Sumber Rujukan

Ary Vrhaz, 100 Fakta Unik Dunia Hewan, Cet. 1, (Jakarta: Anakkita, 2013)

Blog Okezon



Komentar